Pada mulanya, adalah mendengar di radio, lagu "Curhat Buat Sahabat". Lagu itu tidak seperti lagu pop masa kini yang biasa gue dengar. Sampai akhirnya penyiar radio itu bilang kalau lagu itu dinyanyikan Dewi Lestari (Dee) dalam album
RECTOVERSO. Oooo, Dee merilis album baru lagi
tho setelah OUT OF SHELL. Hmmm.

Ya ya ya, lagu "Curhat Buat Sahabat" itu enak, tak biasa. Tapi apa
tho RECTOVERSO?
Di blognya Dee sendiri,
DEE-IDEA, di bagian koment, Dee memberikan definisi
"
The 'recto' is the right-hand page and the 'verso' the left-hand page ("verso" can also mean to turn over in the mind) of a folded sheet or bound item, such as a book, broadsheet, or pamphlet. These are terms of art in the binding, printing, and publishing industries, and can be applied more broadly to any field where physical documents are exchanged.
The term 'recto-verso' describes two-sided printing. It is the norm for books, but was an important advantage of the printing-press over the much older Asian woodblock printing method, which printed by rubbing from behind the page being printed, and so could only print on one side of a piece of paper.
The 'recto' and 'verso' terms can also be employed for the front and back of a one-sheet artwork, particularly in drawing.
Saya menarik makna harfiahnya RV menjadi filosofis, bagaimana dua citra saling melengkapi tapi juga bisa terlihat berpisah secara bersamaan."
Yang kedua, melihat websitenya yang kerenn,
DEE-RECTOVERSO. Wowww,
website-nya keren gitu,
gileee,
gimana albumnya yah? Yap, sepertinya gue
qudu punya album ini!!
Untuk album Dee sebelum RECTOVERSO, yaitu album OUT OF SHELL, mas
Budi Rahardjo memberikan review seperti ini:
"...lagu-lagu dalam album Out of Shell lebih didominasi oleh lirik dan nada sehingga tidak ada atau kurang 'spasi' atau 'jarak' yang memberikan pendengar untuk bernafas. Saya baru saja membaca sebuah buku tentang teori menulis buku dimana ada satu aspek yang disebut
aesthetic distance. Sebagai penulis, Dee tentu tahu bahwa kadang-kadang kita harus menjauh dulu dari poin yang ingin kita sampaikan agar pembaca bisa merenung, bernafas, membuat interpretasi sendiri. Jika kita terus 'menekan' dengan lirik atau nada maka pendengar akan capek dan sesak."
Lalu apakah album RECTOVERSO ini akan "sesak"? Moga-moga tidak.
Yang ketiga, setelah beberapa hari kemudian sempat mendengar di radio lagu berikutnya di album itu, yaitu "Malaikat Juga Tahu", gue memutuskan membeli CD albumnya di toko. Harganya 55 ribu.
Keren CD
pack-nya.
Worth it untuk harga 55 ribu. Dan lagu favorit gue tetap "Curhat Buat Sahabat" dan "Malaikat Juga Tahu". Dan belum sempet mendengar seluruh lagu di albumnya. Walau menurut gue, kantong tempat menaruh buku kecil
lyric, memang amat mepet, jadi
qudu hati-hati banget mengeluarkan atau memasukkan buku kecil itu supaya nggak lecek
kelipet.
Dan gue sempet bingung juga, yang dimaksud dengan "si malaikat" (dalam tanda kutip) itu si "aku" atau "bukan aku"? Coba deh perhatikan sebagian lyricnya:
namun tak kau lihat terkadang malaikat
tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
namun kasih ini silakan kau adu
malaikat juga tahu, Aku kan jadi juaranya
Tadinya gue pikir yang dimaksud si "malaikat" adalah si "aku", namun begitu sampai ke "malaikat juga tahu, Aku kan jadi juaranya", jadi beda lagi. Lho? Berarti bukan si "aku" dong! Karena, kata2 itu seolah menunjuk "tuh khan, malaikat
itu juga tahu, gue
ini juara".
Malaikat bukan si Aku!.
Dan kalau "Malaikat bukan si Aku", maka kata-kata "malaikat juga tahu" malah jadi mengingatkan gue ama gaya canda jadul. Masih pada inget nggak, yang ini nih, "nenek-nenek juga tahu!". Kata-kata "nenek-nenek juga tahu" itu memang berasa
jadul. Tapi kata-kata "nenek-nenek" waktu
dulu itu, dimaksudkan hanya sebagai gaya canda. Lalu apakah
kini, Dee sedang menggunakan kata "malaikat" sebagai gaya canda?
Tapi, apa daya, sampai hari ini gue tetap suka dengar lagu itu.
Kalau lagu "Curhat Buat Sahabat"? Suka dong. Walau di awal lagu itu terkaget-kaget dengan intro suara orkestra yang nggak imbang dengan suara Dee yang mengikutinya. Suara Dee terdengar lirih (dibanding suara orkestra itu), sehingga gue membiasakan diri mengecilkan volume
speaker di awal lagu dan membesarkan kembali volume
speaker saat Dee mulai menyanyi. Jadi agak ribet memang.
Lagu-lagu berikutnya juga lumayan. Khususnya untuk yang senang dengan suasana melankolis. Tapi yah sejauh gue denger ulang tuh album 2x, yang gue suka baru lagu "Curhat Buat Sahabat" dan "Malaikat Juga Tahu"
thok.
Berhubung ada yang rikues gue untuk menaruh
lyric lengkap lagu "Malaikat Juga Tahu", jadi inilah gue kasih
lyric lengkapnya:
MALAIKAT JUGA TAHUsong and
lyric by Dewi Lestari
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu, bahagiaku pasti
Berbagi, takdir kita selalu
Kecuali, tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meskipun seringkali kau malah asyik sendiri
Reff.
Kar'na kau tak lihat (namun tak kau lihat), terkadang malaikat
tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu, siapa yang jadi juaranya
(Aku kan jadi juaranya)
Hampamu
takkan hilang semalam oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku, yang mungkin tak sempurna
tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri, cintakulah yang sejati
Kau selalu meminta terus kutemani
Dan kau s’lalu bercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi, karena tak sanggup sendiri
# diposting oleh lind :
1:42 PM